Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau Tindak 33 Pengendara - Wartaoke.net

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau Tindak 33 Pengendara

Redaksi Warta Oke
7 Views
3 Menit Membaca

PEKANBARU – Pendekatan humanis yang diterapkan Satlantas Polresta Pekanbaru dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 tidak menghilangkan ketegasan terhadap pelanggar lalu lintas.

Pada hari kelima operasi, Jumat (30/10/2026), sebanyak 38 pengendara ditindak setelah kedapatan melanggar aturan di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di kawasan U-turn Big Land, Pekanbaru.

Menariknya, operasi kali ini melibatkan maskot badut gajah untuk menarik perhatian pengguna jalan, terutama anak-anak.

Petugas juga membagikan cokelat kepada pengendara yang tertib serta memberikan helm berstandar SNI secara gratis kepada anak-anak yang dibonceng tanpa helm atau menggunakan helm yang tidak layak.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penertiban lalu lintas tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi juga menyasar perubahan perilaku masyarakat.

Meski demikian, tingginya kesadaran berlalu lintas tetap membutuhkan konsistensi pengawasan dan kepatuhan pengendara dalam kehidupan sehari-hari.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio BW Wicaksana mengatakan, sasaran penertiban difokuskan pada pelanggaran yang terlihat secara langsung dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sasaran penertiban meliputi pengendara sepeda motor tanpa helm, kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga pengendara yang nekat melawan arus,” ujar Satrio.

Operasi berlangsung dengan melibatkan personel Subdenpom I/1-3 Pekanbaru dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Menurut Satrio, kehadiran maskot badut gajah menjadi salah satu cara untuk membuat pesan keselamatan berkendara lebih mudah diterima masyarakat.

Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat membangun pemahaman tentang keselamatan lalu lintas sejak usia dini.

“Bagi pengendara yang mematuhi aturan diberikan cokelat sebagai bentuk apresiasi. Sementara itu, anak-anak yang dibonceng tanpa helm atau menggunakan helm yang sudah tidak layak mendapatkan helm berstandar SNI secara gratis,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemberian apresiasi dan perlengkapan keselamatan merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan sekadar kegiatan seremonial selama operasi berlangsung.

“Operasi Patuh hari ini, kami mengedepankan edukasi humanis. Pengendara tertib diberi cokelat, sedangkan anak-anak mendapat helm gratis untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini,” katanya.

Namun, pendekatan persuasif tetap diimbangi tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berisiko memicu kecelakaan. Salah satunya perilaku melawan arus, meskipun rambu larangan sudah terpasang di lokasi.

Satrio menilai, edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Sebab, pemberian penghargaan kepada pengendara yang patuh tidak akan cukup apabila pelanggaran yang membahayakan keselamatan masih dianggap sebagai hal biasa.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya tertib ketika ada petugas yang melakukan pemeriksaan, tetapi menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara demi mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya. (*)

Loading

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar