PEKANBARU – Di bawah nakhoda Agung Nugroho dan Markarius Anwar, Kota Pekanbaru mencatatkan kemajuan pembangunan yang terstruktur dan signifikan.
Dalam satu tahun terakhir, pasangan ini berhasil membawa transformasi nyata, mulai dari tata kelola keuangan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial yang melampaui target awal.

Pekanbaru kini bergerak menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing melalui serangkaian kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan harian masyarakat.
Komitmen kepemimpinan Agung-Markarius diawali dengan langkah berani dalam meringankan beban warga, di antaranya melalui penurunan tarif parkir kendaraan bermotor.
Di sektor keamanan, Pemerintah Kota resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 serta menghadirkan Mobil AMAN untuk mendekatkan layanan administrasi ke lingkungan warga.
Dalam hal infrastruktur dan penanggulangan banjir, Pemko Pekanbaru telah melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 km serta pembenahan drainase sepanjang 109,5 km di 20 titik rawan. Sementara untuk estetika dan konektivitas, lebih dari 42 km jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, serta penyediaan WiFi gratis di berbagai titik strategis.
Lingkungan Hidup dan Ekonomi Berkelanjutan
Visi Pekanbaru Green City diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon. Masalah sampah yang menahun mulai terurai melalui pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan dan inisiasi proyek Waste to Energy (WTE) yang mengubah sampah menjadi sumber energi.
Di sisi ekonomi, Pemko Pekanbaru menunjukkan performa gemilang dengan melunasi utang warisan senilai Rp467 miliar. Keberhasilan ini dibarengi dengan kemudahan investasi melalui percepatan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat selesai dalam satu hari.
Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial
Program Zero Putus Sekolah menjadi primadona dengan keberhasilan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Pemerintah juga mewujudkan program 1 PAUD 1 Kelurahan yang terintegrasi dengan Posyandu untuk menekan angka stunting.
Dukungan pendidikan diberikan melalui beasiswa S1 hingga S3, bantuan perlengkapan sekolah, hingga penyelesaian masalah ijazah tertahan. Di sektor kesehatan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan dengan 27 dapur umum yang memproduksi hingga 94.500 porsi per hari bagi siswa dan kelompok rentan (Ibu hamil, menyusui, dan balita).

Prestasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Keberhasilan ini mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan peringkat kedua Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilan menekan kemiskinan dan stunting. Di tingkat akar rumput, pemberdayaan diwujudkan melalui program Rp100 Juta per RW.
Kepedulian Pekanbaru juga meluas hingga ke tingkat regional dengan penyaluran bantuan kemanusiaan total Rp4,5 miliar bagi daerah terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Ringkasan Capaian Strategis
Perbaikan 42 KM jalan dan normalisasi 78,2 KM sungai.
Peringkat 2 Nasional penekanan Stunting & 27 Dapur MBG.
Kembalikan 757 anak sekolah & Beasiswa S1-S3.
Pelunasan utang Rp467 Miliar & Program Rp100 Juta/RW.
LPS di 83 Kelurahan & Inisiasi Proyek Waste to Energy. (Adv)
