PEKANBARU – Wilayah Provinsi Riau mulai memasuki puncak musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memastikan tidak ada potensi hujan setidaknya dalam tiga hari ke depan, termasuk hari ini, Kamis (17/7/2025).
Kondisi cuaca cerah berawan mendominasi sebagian besar wilayah Riau sejak pagi hingga sore hari. Malam hingga dini hari diperkirakan tetap berawan, namun tanpa potensi hujan yang berarti.
“Kita mulai memasuki puncak musim kemarau. Untuk hari ini dan beberapa hari ke depan, potensi hujan sangat minim,” kata Yudhistira, forecaster on duty BMKG Pekanbaru.
Tidak Ada Peringatan Dini, Cuaca Relatif Stabil
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini. Hal ini menandakan bahwa kondisi atmosfer relatif stabil, meskipun kelembapan udara tetap cukup tinggi.
“Suhu udara di Riau berkisar antara 23.0 hingga 35.0 derajat Celcius, dengan kelembapan udara antara 50 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam,” jelas Yudhistira.
Gelombang Laut Rendah, Aktivitas Perairan Aman
Selain kondisi daratan yang cenderung kering, BMKG juga melaporkan bahwa gelombang laut di wilayah perairan Riau berada dalam kategori rendah. Tinggi gelombang tercatat hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang berarti aman untuk aktivitas pelayaran lokal.
Waspadai Dampak Musim Kemarau
Meski kondisi cuaca saat ini dinilai bersahabat, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mewaspadai dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Risiko kekeringan, penurunan kualitas udara, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat meningkat seiring suhu tinggi dan kelembapan rendah.
Provinsi Riau saat ini berada pada awal puncak musim kemarau. BMKG memprediksi cuaca cerah akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, tanpa hujan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap dampak lingkungan dan kesehatan selama periode kering berlangsung.(woke5)

