PEKANBARU – Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru kembali menggelar razia di kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di Kota Pekanbaru, Rabu (27/10/2026) sore.
Operasi yang menyasar kawasan Jalan Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, tersebut berhasil mengamankan lima pria berinisial IA, CH, RS, RM, dan BS. Petugas juga menyita 13 paket sabu dengan berat kotor 4,34 gram.
Razia di kawasan Pangeran Hidayat berlangsung menegangkan. Sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba tampak panik ketika petugas gabungan melakukan penyergapan di gang-gang sempit.
Bahkan, beberapa orang diduga sempat membuang barang bukti narkoba saat mengetahui kedatangan petugas. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena aparat menemukan kembali barang terlarang yang dibuang.
Dari penyisiran di sejumlah gang sempit kawasan Pangeran Hidayat, petugas mengamankan empat pria beserta barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Operasi kemudian dilanjutkan ke kawasan Kampung Dalam. Di lokasi kedua ini, petugas kembali mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko, S.H., M.H., bersama Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Wawan, S.H., M.H.
AKP Noki mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menekan peredaran narkoba di Kota Pekanbaru, khususnya di kawasan yang menjadi sasaran operasi.
“Hari ini kegiatan (razia) menyasar dua tempat kampung narkoba, Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam,” kata AKP Noki, Rabu (27/10/2026).
Ia menjelaskan, dari operasi di kedua lokasi tersebut, petugas mengamankan lima orang dan menyita sejumlah paket sabu yang ditemukan selama penyisiran.
Kelima pria yang diamankan selanjutnya akan menjalani tes urine untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Mereka akan dilakukan tes urine untuk proses lebih lanjut,” tegasnya.
AKP Noki menambahkan, pihaknya bersama BNN Kota Pekanbaru akan terus melakukan upaya penindakan terhadap aktivitas peredaran narkoba. Aparat juga akan menelusuri sumber pasokan untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan melakukan penindakan di lapangan, tetapi juga harus menyasar jaringan pemasok agar peredarannya dapat ditekan secara berkelanjutan.
“Tak ada ruang untuk narkoba, sekaligus memutus mata rantai peredarannya,” tutup AKP Noki.
(*)
![]()
